Agenda & Kegiatan

Menuju Indonesia Emas 2045, Menko Polkam Bakar Semangat Birokrat Masa Depan di IPDN

29 May 2026


IPDN, ipdn, Menuju Indonesia Emas 2045, Menko Polkam Bakar Semangat Birokrat Masa Depan di IPDN

Jatinangor, 29 Mei 2026 - Sambut Indonesia Emas 2045, Institut Pemerintahan Dalam Negeri gelar kuliah umum kepemimpinan strategis dan ketahanan nasional dengan tema krusial “Kepemimpinan Strategis Menuju Indonesia Emas 2045: Peran dan Tantangan Birokrat dalam Kelembagaan Pemerintahan" oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Bapak Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago di Gedung Balairung Rudini, IPDN Kampus Jatinangor. Menko Polkam hadir didampingi oleh Menteri Dalam Negeri, Bapak Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhamad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Dalam pemaparannya, Menko Polkam menekankan bahwa kepemimpinan strategis adalah kunci utama bagi para birokrat masa depan untuk menjaga stabilitas politik dan memperkuat ketahanan nasional. Birokrat memegang peran strategis ditengah dinamika politik yang semakin kompleks, “Birokrat adalah pelaksana kebijakan publik yang menghubungkan antara pemerintah dengan masyarakat, birokrat juga pelayan publik, agent of change dan problem solver. Para praja ini dibentuk menjadi calon birokrat, ujung pemerintah pusat yang langsung berhubungan dengan masyarakat jadi kalian harus mampu menjalankan peran birokrat ini dengan sebaik-baiknya”, tuturnya.

Menurutnya, praja nanti akan dihadapkan dengan tantangan seperti kompleksitas dan perubahan cepat, tuntutan masyarakat, kapasitas fiscal daerah lemah, struktur birokrasi besar, transportasi digital, tekanan politik transaksional dan penyalahgunaan kewenangan. “Tantangan ini harus dapat dihadapi oleh kalian sebagai calon birokrat, oleh sebab itu IPDN harus memastikan setiap lulusannya memiliki kompetensi yang baik, profesional, adaptif, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat”, ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa semakin banyak lulusan IPDN yang ditempatkan didaerah-daerah akan semakin bagus bagi Indonesia, karena dengan begitu akan semakin besar kesempatan pemerintah untuk menangkap aspirasi, kemauan, harapan dari masyarakat. “Jadi nantinya para praja ini harus lebih sensitif menangkap kegelisahan dan harapan dari masyarakat yang nantinya disampaikan kepada pemerintah pusat”, ujarnya lagi. Menurutnya, fungsi utama IPDN ini adalah menghasilkan kader ASN atau birokrat yang kompeten, berintegritas, tidak kenal menyerah. “Para praja IPDN ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan, maka jadilah pemimpin yang tidak hanya cerdas dan cakap tetapi juga jujur, berani dan setia kepada rakyat. Jadilah ASN atau pejabat pemerintahan yang profesional, modern, dan terpercaya serta dicintai rakyat Indonesia”, tuturnya.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian yang turut hadir dalam kesempatan ini juga kembali menekankan kepada para praja IPDN tentang tiga komponen penting yang berkaitan untuk membangun ketahanan nasional sehingga membuat suatu negara mampu bertahan lebih dari 300 tahun yakni memiliki militer yang kuat, aparatur pemerintahan yang hebat dan memiliki polisi/intelijen yang kuat. “Untuk itulah IPDN melatih dan mendidik para praja tidak hanya menjadi ahli ilmu pemerintahan tapi juga melatih fisik, mental, disiplin dan loyalitasnya. Ini untuk mempersiapkan calon-calon aparatur pemerintahan yang hebat kelak”, ujarnya. Ia juga berharap para alumni IPDN dapat menjadi motor perubahan agent of change dimanapun nanti mereka ditugaskan. “Alumni IPDN harus mampu menjadi penggerak utama kebijakan, perekat dan pemersatu bangsa dan problem solver di lingkungan tempat mereka nanti mengabdi”, tuturnya lagi.

Pada kesempatan ini pula IPDN memberikan penganugerahan Kartika Astha Brata Utama dan Tanda Kehormatan Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Menko Polkam. Menurut Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi., M.Si penganugerahan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi besar yang diberikan Menko Polkam terhadap kemajuan bangsa, negara serta pengembangan pendidikan kepamongprajaan. “Ini sebagai bentuk penghargaan atas komitmen Beliau yang dinilai sangat tinggi dalam mendukung penguatan birokrasi penataan kelembagaan pemerintahan, serta perhatiannya terhadap masa depan para kader pamong praja sebagai tulang punggung pelayanan publik di daerah maupun pusat”, ujarnya.

  • Sumber Berita:

    Kepala Bagian Hubungan Masyarakat
    La Ode Muhamad Alam Jaya., S.STP., M.Si

  • By:

    Humas