JA slide show
 
International Journal of Kybernology (IJoK) for this December 2014 editions : Community Empowerment [DOWNLOAD]
Rektor IPDN : Tunjukkan Saja Datanya PDF  ICON_SEP Print ICON_SEP  Email

Berikut di publikasi kembali jawaban Rektor IPDN terhadap pertanyaan seputar proses rekrutmen Praja IPDN sebagaimana yang pernah dirilis koran Pikiran Rakyat pada tanggal 6 Januari 2011.
 
Bandung, PR. Rektor Institut Pemerinthan Dalam Negeri (IPDN) I Nyoman Sumaryadi mengaku tidak tahu ada sindikat dan mafia percaloan dalam rekrutmen calon praja IPDN. Menurut dia, proses penerimaan calon praja IPDN dilakukan oleh sebuah kepanitiaan. "Yang saya tahu, penerimaan calon praja IPDN dilakukan oleh panitia yang ditugaskan Bapak Menteri Dalam Negeri (Gamawan Fauzi) dan diketuai oleh Sekjen Kemendagri (Diah Anggraini). Proses perekrutan dimulai dari rangkaian seleksi yang dilakukan di daerah kabupaten, kota dan provinsi masing-masing” kata Nyoman kepada “PR” Jumat (6/1)

“Nyoman menantang orang yang punya informasi tentang terjadinya penyimpangan dalam penerimaan calon praja IPDN agar menunjukkan datanya “Kenapa tidak tunjukkan saja data lalu dilaporkan supaya diproses secara hukum.  Ini dilakukan agar nama baik IPDN tidak tercoreng oleh perbuatan oknum tertentu.  Saya setuju agar diusut tuntas”, kata dia.

Menurut Nyoman, kalau calonnya ternyata berasal dari pejabat atau pegawai  Kemendagri  termasuk pejabat IPDN, orangnya bisa diadukan kepada Mendagri.  “Saya yakin Bapak Gamawan Fauzi akan segera menindaklanjuti nya”, ucapnya.  Soalnya, Nyoman yakin, Mendagri memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi dalam proses rekrutmen calon praja IPDN.  Sementara kalau oknum calonya pejabat di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi pelakunya bisa diadukan kepada bupati, walikota atau gubernur di daerah yang bersangkutan. “Silahkan laporkan, namun harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku”, katanya.

Nyoman menolak berkomentar tentang perlunya membentuk tim investigasi yang diminta Lumbung Informasi Rayat (Lira)  kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  Tujuan tim ini adalah untu menyelusuri kebenaran informasi  tentang adanya sindikat rekrutmen praja  IPDN.  Kendati demikian, Nyoman sangat setuju kalau setiao penyimpangan diusut sampai tuntas.  “Jangan sampai masalah ini kemana mana.  Supaya fokus, yang bersalah ya dihukum.  Itu dilakuan agar nama IPDN tetap terjaga baik”, kata Nyoman.

Sehari sebelumnya, (Kamis 5/1), Lira menuding proses rekrutmen calon praja IPDN penuh rekayasa dan diatur oleh sindikat calo.  “Praktik ini sudah berlangsung lama dan diduga melibatkan oknum di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta pemangku  kebijakan di IPDN.  Akibatnya, sistem pendidikan di dalam sangat memprihatinkan dan perlu dibongkar”, kata Presiden Lira, HM Jusuf Rizal, di Jakarta, Kamis (5/1). Menurut Jusuf, setiap anak yang mendaftar ke IPDN dikenakan biaya antara Rp 100 juta sd. Rp 300 juta kalau ingin masuk. Tanpa uang pelicin, orang yang prestasi dan nilainya bagus akan sulit lolos. “Presiden perlu mencermati ini agar IPDN nantinya benar-benar menghasilkan siswa yang potensial”, kata Jusuf Rizal (A-194)***
 
Humas IPDN
 
Berita aslinya di koran PR bisa di download disini
 

Kalender

October 2014
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031