| Seminar Dalam Rangka Pemaparan Hasil Kajian Selama Kegiatan Praktek Lapangan III di Kabupaten Kuningan | ICON_SEP Print ICON_SEP |
(Kuningan, 15 Agustus 2011) Menjelang berakhirnya Praktek Lapangan III (PL-III) Nindya Praja IPDN Di Kabupaten Kuningan, Tim program khusus PL-III bekerjasama dengan Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Kuningan menyelenggarakan kegiatan Seminar Dalam Rangka Pemaparan Hasil Kajian Selama Kegiatan Praktek Lapangan III. Seminar dengan tema Problematika Dan Prospek Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah menghadirkan narasumber dari praktisi pemerintahan yaitu Bapak H. Aan Sughanda Bupati Kuningan dan pakar manajemen pemerintahan dan otonomi daerah IPDN Bapak Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS. Sedangkan peserta yang hadir ± 700 orang melibatkan seluruh nindya praja peserta PL-III, Para Pimpinan SKPD, Para Camat dan Lurah Se- Kabupaten Kuningan serta Para Kepala Desa Lokasi PL-III.
Acara diawali dengan laporan penyelenggaraan kegiatan oleh koordinator program umum, Petrus Polyando,S.STP, M.Si. Dalam laporan disampaikan bahwa seminar dimaksud untuk memberikan pencerahan serta sharring pengetahuan antara praktisi pemerintahan dan akademisi dalam rangka membahas isu-isu aktual terkait penyelenggaraan pemerintahan di daerah serta masukan bagi pengambil kebijakan di daerah maupun para akademisi dan para praktisi. Dengan harapan agar diperoleh informasi, saran dan rekomendasi untuk pelayanan yang efektif kepada masyarakat dengan memperhatikan hasil kajian yang dilakukan. Pada sesi selanjutnya, dilakukan laporan singkat hasil kajian dihadapan seluuruh peserta seminar oleh tim khusus nindya praja yang diwakili oleh Nindya Wanita Praja Hasnah Pajang. Dalam laporan singkat tersebut, disampaikan bahwa topik kajian yang dilakukan selama praktek lapangan III meliputi Analisis kesiapan SKPD dan Camat dalam pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari bupati kepada camat sesuai perbup kuningan 40 tahun 2010. Temuan hasil kajian dilaporkan bahwa hingga saat ini, baik SKPD maupun camat belum optimal mempersiapkan aspek-aspek terkait dalam rangka pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari bupati kepada camat. Hal tersebut dilihat dari aspek personil, pembiayaan, peralatan dan dokumentasi. Baik SKPD maupun Camat belum mengidentifikasi secara jelas menyangkut kebutuhan yang harus diserahkan dan yang harus dibutuhkan di kecamatan. Kondisi ini disebabkan oleh belum adanya JUKLAK maupun JUKNIS serta belum adanya koordinasi yang jelas antara SKPD dan Camat. Melihat permasalahan tersebut, sebagai akhir laporan hasil kajian oleh tim khusus di sampaikan juga solusi yang perlu dilakukan oleh pemda kuningan meliputi : perlu dibentuknya tim koordinasi khusus yang bertugas mengawal proses pelaksanaan pendelegasian kewenangan. Selain itu perlu dipercepat proses pembuatan petunjuk teknis maupun petunjuk pelaksanaan agar ada kejelasan pelaksanaan. Setelah dilakukan laporan hasil kajian, acara dilanjutkan dengan penyerahan Hasil kajian kepada Bupati Kuningan. Penyerahan secara langsung disampaikan oleh perwakilan Nindya Praja, NWP Hasnah Pajang. Sebagai pokok acara pada kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber yang diundang. Acara seminar yang dipandu oleh moderator Bapak Meliasta Hapri Tarigan, S.STP, M.Si, diawali dengan pemaparan materi dari Bapak. H. Aan Sughanda Bupati Kuningan sebagai praktisi Pemerintahan. Pada pemaparannya beliau menyampaikan Materi dengan Topik Problematika penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagai bekal buat para praja IPDN sebelum bertugas di Lapangan. Dalam penyajian materi, pria 70 tahun ini lebih banyak menyampaikan tentang pengalaman dan kisah hidup baik sebagai pejabat daerah maupun sebagai seorang pengusaha. Terkait dengan program pembangunan yang telah dilakukan dan akan dilakukan oleh Kuningan, akan diupayakan sesuai dengan program pembangunan jangka panjang kabupaten kuningan guna mewujudkan kuningan sebagai kabupaten konservasi yang bisa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat. Untuk mencapai hal itu maka saat ini pemerintah daerah kabupaten kuningan memperbaiki infrastruktur yang memudahkan akses bagi seluruh daerah di kuningan. Oleh karena hal tersebut julukan “Aan Hotmix” pun diberikan oleh masyarakat kepadanya, tutur sekjen APKASI ini. Sebagai akhir dari penyampainnya beliau menitipkan esan kepada praja agar kelak ketika bertugas harus bisa menjadi birokrat profesional yang memiliki daya inovasi dan kreasi yang lebih di daerah penugasan masing-masing. Pemaparan selanjutnya oleh narasumber dari pakar manajemen pemerintahan daerah, Bapak Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS. Dalam penyampaian materi dengan topik utama Prospek Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah mendapat sambutan yang cukup antusias terutama dari kalangan aparat pemerintah daerah yang hadir. Materi yang cukup menarik ini disajikan tentang bagaimana kondisi penyelenggaraan pemerintahan daerah saat ini dan kondisi ideal yang sepatutnya dilakukan menuju tercapainya kesejahteraan masyarakat. Poin penting yang disorotinya kali ini adalah menyangkut penataan daerah yang dimulai dengan perlu dilakukannya penyusunan standar kompetensi bagi aparat pemerintah daerah selain pembenahan hal-hal lain yang harus diikuti di daerah. Akan adanya pola pengembangan karier pegawai yang diharapkan bisa memberikan kejelasan karier bagi aparat yang bertugas di daerah. Sebagai akhir penyampaiannya, Wakil Rektor IPDN ini menegaskan bahwa saat ini telah dilakukan penyusunan desain besar penataan daerah yang diharapkan memberikan pemetaan secara jelas tentang bagaimana membangun bangsa ini. Kegiatan seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, oleh peserta yang disampaikan oleh 3 penanya dari praja dan aparat pemda Kuningan. Akhir dari kegiatan seminar, moderator menyampaikan kesimpulan terkait poin-poin penting yang dicatat dan yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. (petruspholl) Sumber : Tim Program Khusus PL-III Last Update : Admin (2011-08-17, 00:41:46) |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||