JA slide show
 
Seminar Internasional Public Services Focus On One Stop Service Comparative Study Canada-Indonesia PDF  ICON_SEP Print ICON_SEP  Email



(Jatinangor, 23 Juni 2011) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bekerja sama dengan The Institute of Public Administration of Canada (IPAC) serta  Ministry of Home Affair (MoHA) menyelenggarakan seminar internasional yang bertajuk International Seminar on Public Service dan lebih fokus pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu/PTSP terhadap daya saing lokal  pada hari Kamis, 23 Juni 2011 bertempat di Gedung Grha Wiyata Praja IPDN yang dibuka oleh Rektor IPDN Prof. Dr. Drs. H. I Nyoman Sumaryadi, M.Si.

Pembicara pada seminar adalah Prof. Mark Gilbert, Ms. Mel Sweetnam, Prof. Wirman Syafri, Walikota Cimahi, Ir. HM. Itoc Tochija, MM, Widod Sigit Pudjianto/Direktur Pengembangan Ekonomi Daerah dan Prof Sadu. Materi yang disampaikan meliputi materi yang bersifat teoritis yang melandasi pelaksanaan pelayanan publik di Canada, implementasi kebijakan One Stop Services di Nova Scotia, Pelayanan Publik di Indonesia, Kebijakan PTSP, Pelaksanaan PTSP di Kota Cimahi serta pengaruhnya terhadap investasi serta PATEN, Pelayanan Adminstrasi Terpadu di Kecamatan. Peserta seminar berasal dari kalangan akademisi, praktisi, mahasiswa dan Dosen IPDN. Berbeda dengan penyelenggaraan seminar internasional pada umumnya, seminar di IPDN mengkaji topik bahasan dengan fokus tertentu sehingga lebih tajam dan mendalam.

Seminar internasional ini dibagi dalam tiga sesi, pada sesi pertama  yang menjadi nara sumber yaitu Prof. Mark Gilbert dan Ir. H.M. Itoc Tochija, MM yang dipandu oleh Drs. Mgs. Ismail, M.Si yang merupakan salah satu dosen IPDN. Pada sesi ini Prof. Mark Gilbert menyampaikan materi dengan topik Local Government Service Levels & NPM Impact on Service Delivery Models  (Beberapa Macam  Pelayanan Pemerintah Daerah dan Dampak NPM terhadap Model Pemberian Layanan). Ada beberapa macam layanan di kanada yang dibangun berdasarkan : kebutuhan (dirancang oleh anggota dewan), masyarakat (mencerminkan preferensi masyarakat dan terkait dengan daya beli masyarakat), pilihan individu itu sendiri.  Selain itu, Prof. Mark Gilbert memberikan materi lain dengan topik Single Window Services in Canada (Layanan Satu Pintu di Canada) dengan memberikan pemaparan awal informasi global mengenai profil negara Canada baik dari segi lokasi, sumber daya manusia serta sumber daya alamnya. Selain itu diberikan pula gambaran mengenai sistem pemerintahan di Canada baik sistem pemerintahan pusat maupun daerah khususnya dalam hal membuat program serta pelayanan bagi masyarakatnya, baik bagi penduduk asli Canada, imigran, pegawai, keluarga dan anak-anak, serta pelayanan bagi orang-orang yang mempunyai kekurangan fisik. Selain itu pelayanan tersebut juga dibagi lagi menjadi beberapa macam pelayanan yaitu pelayanan untuk bisnis, pelayanan individu, pelayanan komunikasi serta pelayanan elektronik yang semuanya dilayani secara terintegrasi. Selanjutnya nara sumber lain yaitu Ir. H.M. Itoc Tochija, MM menyampaikan materi dengan topik One Stop Service Policy and Municipal Competitivness (Kebijakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Daya Saing Daerah), beliau memaparkan bahwa setiap daerah sekarang dituntut untuk mencapai tingkat indeks pembangunan manusia (IPM) yang tinggi, ini artinya bahwa setiap daerah harus: mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi, tingkat kesehatan yang tinggi, serta daya beli masyarakat yang tinggi, daya beli yang tinggi ini berarti bahwa masyarakat mampu memenuhi kebutuhan kesehatannya, bisa bersekolah, dan sebagainya, dimana hal tersebut akan menciptakan tingkat IPM yang tinggi. Demikian pula halnya dengan kota cimahi, dengan pertimbangan yang disesuaikan dengan profil Cimahi dan potensi daerah Cimahi, daerah ini membuat konsep pelayanan khususnya yang terkait dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakatnya.


Selanjutnya pada sesi kedua, nara sumber yang hadir adalah Ms. Sweetnam, beliau memberikan materi  dengan topik  One Stop Service in Nova Scotia : The Great Paradigm Shifts, Ms. Sweetnam memberikan gambaran mengenai pemberian layanan umum di Nova Scotia.  Nara sumber selanjutnya Prof. Dr. H. Wirman Syafrie,.M.Si yang dipandu oleh Layla Kurniawati, S.Pd,M.Pd yang merupakan Kasubbag. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Bagian Akademik memaparkan materi mengenai Public Service in Indonesia (Pelayanan Umum di Indonesia). Prof. Dr. H. Wirman Syafrie, M.Si mengawali pemaparannya dengan memberikan gambaran bahwa pelayanan umum di Indonesia diatur dalam undang-undang yang bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat, mendorong pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat.Ada beberapa asas Pelayanan umum antara lain: kepentingan umum, kepastian hukum, persamaan hak, keseimbangan antara hak dan kewajiban, profesionalisme, nondiskriminasi, keterbukaan, pertanggungjawaban, fasilitas serta perlakuan khusus bagi orang-orang yang mempunyai kekurangan secara fisik dan orang tua, tepat waktu, serta cepat, mudah dan dapat dijangkau. Nara sumber memberikan gambaran bahwa kendala yang dapat menghalangi PTSP yaitu: budaya layanan, diskriminasi, tidak berjalannya SOP, infrastruktur, kewenangan serta partisipasi masyarakat. Namun ada beberapa jalan keluar yang dapat diambil yaitu dengan: kemampuan SDM (pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku), infrastruktur yang memadai, pengelolaan SDM, serta dengan menerapkan seluruh asas pokok pada pelayanan.

Pada sesi ketiga, nara sumber yang memberikan materi adalah W. Sigit Pudjianto, SH.,MH dan Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS yang dipandu oleh Dra. Meltarini, M.Si. Nara sumber W. Sigit Pudjianto, SH memberikan materi dengan topik mengenai Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Indonesia. Selanjutnya Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS memberikan materi mengenai Optimalisasi Peran Strategis Pelayanan Kecamatan dalam Mendukung Tatakelola Pemerintahan yang Baik dan juga sekaligus menutup seminar internasional ini.

Dari paparan masing-masing pembicara terlihat bahwa ada perbedaan yang mendasar dan sangat jauh antara pelayanan publik di Canada dan Indonesia. Pelayanan Publik di Canada dijadikan sebagai cara pemerintah untuk menunaikan kewajiban terhadap warga. Pelayanan publik dan khususnya PTSP di Indonesia sendiri merupakan kebijakan baru yang digaungkan setelah kebijakan desentralisasi dijalankan. Fakta empirik dari Kota Cimahi terlihat bahwa PTSP memberi dampak yang signifikan terhadap iklim perekonomian di Cimahi. Pelayanan perijinan diarahkan menjadi pelayanan yang transparan, mudah, akurat dan kepastian waktu penyelesaian.

Dari pemaparan selama satu hari seminar, terlihat bahwa Indonesia harus belajar lebih banyak untuk memberikan pelayanan publik kepada masyarakat dengan mudah, nyaman, murah, cepat dan tepat. Perlu diciptakan sistem pelayanan publik yang menjadikan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan sehingga dapat menikmati setiap fasilitas dari negara dengan mudah.

Bahan paparan selengkapnya yang dapat di download:

1.    Local Government Service Levels & NPM Impact on Service Delivery Models
2.    Single Window Services in Canada
3.    One Stop in Nova Scotia; The Great Paradigm Shifts

4.   Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Indonesia

5.   Optimalisasi Peran Strategis Pelayanan Kecamatan dalam Mendukung Tatakelola Pemerintahan yang Baik

 

Sumber : Panitia Seminar dan Dokumentasi Humas
Last Update : Admin (2011-06-24;13:27:35)

 

Kalender

May 2013
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031