Profil IPDN

Jumat, 29 September 2017 pada pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Makan VVIP Gedung Rektorat Kampus IPDN Jatinangor digelar Seminar Antar Fakultas. Seminar ini bertemakan “Coaching Clinic dan Penyempurnaan Kurikulum Program Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil”. Seminar ini direncanakan akan dihadiri oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, namun beliau tidak dapat hadir dikarenakan memenuhi panggilan dari Presiden RI. Seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 108 orang peserta yang terdiri atas perwakilan dari pihak Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta, Kepala Dinas dan Kepala Bidang Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten serta Kota sebanyak 22 orang, Dosen Prodi Capil sebanyak 32 orang serta pejabat struktural IPDN Kampus Jatinangor. Beberapa Kepala Dinas Dukcapil yang terlihat hadir sesaat sebelum acara dimulai yakni Kadin Kabupaten Bandung Barat, Kadin Kabupaten Majalengka, Kadin Kota Bandung, Kadin Kabupaten Cimahi, Kadin Kabupaten Bandung, Kadin Kabupaten Tasikamalaya dan lain sebagainya.

 Ketidakhadiran Dirjen Dukcapil kemudian diwakilkan oleh Bapak Joko Murhito. Seminar ini dimulai dengan laporan panitia penyelenggara yakni Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan Dr. Bambang Supriyadi, B.E, M.Si yang sekaligus menjadi moderator acara seminar ini. Selanjutnya mewakili Gubernur IPDN yang berhalangan hadir, sambutan dari IPDN diberikan oleh Dr. Dety Mulyati, S.H., C.N., M.Hum selaku Deputi Bidang Administrasi Umum. Selain Dr. Bambang Supriyadi, B.E, M.Si yang menjadi moderator acara, Drs. Zulkarnaen Ilyas, M.M juga turut serta menjadi moderator acara seminar ini. “seminar ini bertujuan untuk menggabungkan anatara teori-teori keilmuan di IPDN dan prakteknya yang nanti dapat disampaikan oleh teman-teman dari Dukcapil Kabupaten dan Kota. Saya pun mendapat titipan pesan dari Bapak Dirjen, bahwa dengan adanya coaching clinic ini semoga dapat membentuk satu komunitas yang terukur antara seluruh akademisi yang ada di IPDN ini dengan teman-teman Dukcapil Kabupaten dan Kota. Komunitas ini diharapkan dapat menjadi langkah-langkah upaya untuk makin mengefisienkan kebijakan pemerintah, terutama dalam hal penyelenggaraan administrasi kependudukan”, ujar Bapak Joko Murhito. (Sumber : Humas IPDN)

Jumat, 29 September 2017 pada pukul 09.00 WIB salah satu sekolah menengah atas ternama dari Bumi Sriwijaya yakni SMA Negeri Plus 17 Palembang hadir di Aula Grha Wyata Praja IPDN Kampus Jatinangor. SMAN 17 ini mengikutsertakan 125 orang siswa dan 15 orang staf pengajar untuk ikut menghadiri kunjungan ini. Pada kesempatan kali ini Gubernur IPDN yang berhalangan hadir mewakilkan Drs. Agus Toyib, M.Si selaku Kepala Bagian Ekstrakurikuler untuk menyambut kehadirian rombongan SMAN 17. Pihak SMAN 17 pun tidak mengikutsertakan Kepala Sekolah mereka yang sedang melanjutkan pendidikan Strata III di Malaysia.

“Terima kasih kepada pihak IPDN, akhirnya kami dapat diterima disini. Sejujurnya Pak, kami sudah merencanakan untuk berkunjung kesini sudah beberapa tahun kebelakang tapi baru tahun ini kami dapat berkunjung kesini”, ujar Hj. Nuraini, M.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN Plus 17 Palembang. Didalam acara penyambutan pihak SMAN Plus 17 Palembang ini, pihak IPDN memberikan selayang pandang tentang IPDN yang disajikan diawal acara. Dalam selayang pandang ini, terdapat cuplikan video yang memperlihatkan sekilas mengenai sejarah IPDN, perkenalan dari Rektor IPDN serta beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Praja di Kawasan IPDN. Selain itu Bapak Agus Toyib selaku perwakilan pihak IPDN memaparkan mengenai bagaimana proses penerimaan calon Praja baru hingga kepada tahapan-tahapan seleksinya. “Selamat datang kami ucapkan kepada Bapak, Ibu dan para siswa SMAN Plus 17 Palembang yang telah hadir di Kampus IPDN Jatinangor. Semoga masih tetap semangat dan sehat ya, meskipun sudah menempuh perjalanan yang panjang”, ujar Bapak Agus Toyib.

Siswa/i SMAN Plus 17 Palembang menyambut antusias pemaparan dari pihak IPDN terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh mereka kepada Bapak Agus. Rata-rata pertanyaan mereka menyangkut kegiatan atau aktivitas apa saja yang dilakukan selama pendidikan di IPDN ini. Setelah acara penyambutan oleh pihak IPDN, Siswa/i SMAN Plus 17 Palembang diajak berkeliling melihat Kampus IPDN secara lebih dekat. (Sumber :Humas IPDN)

Rabu, 6 September 2017 bertempat di Aula Mini IAILM Pondok Pesantren Suryalaya Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, M.H., M.S didampingi oleh Kabag Humas IPDN menghadiri acara yang dilaksanakan oleh PCNU (Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama). Berlokasi di Jalan Raya Pagerageung, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung Tasikmalaya, acara dimulai pada pukul 14.00 WIB. Acara ini bertemakan Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan “Konsolidasi PCNU Jawa Barat untuk Gerakan Pengarustamaan Toleransi dan Pelayanan Publik Keutamaan”. Selain Gubernur IPDN, acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Mujio Nurkholis selaku pengurus wilayah Nahdhatul Ulama Jawa Barat. Bapak Marzuki Wahid selaku Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdhatul Ulama (Lakpesdam NU).

 

Acara yang merupakan ajang silaturahim ini pula dihadiri oleh perwakilan dari 15 Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat. Pada kesempatan kali ini Gubernur IPDN membuka acara sekaligus memberikan sedikit pemaparan materi mengenai “Konsolidasi Gerakan Revolusi Mental Indonesia Bersatu”. Dalam pemaparan materinya, Gubernur IPDN menjelaskan mengenai isu-isu strategis global yang belakangan sedang terjadi di dunia. Konflik-konflik yang sedang terjadi di dunia pun tak lepas dari pemaparan Beliau. Diakhir acara, Gubernur IPDN memberikan sebuah rangkaian kalimat yang indah yakni “Yang kita perlukan adalah hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang jernih. Maka kita bisa menciptakan rasa bahagia itu kapanpun dimanapun engan kondisi apapun. Jika anda tidak memiliki apa yang anda sukai, maka sukailah apa yang anda miliki saat ini. Hidup berahlak mati beriman”. Sumber : Humas IPDN

Institut Pemerintahan Dalam Negeri kembali menggelar kegiatan berskala nasional. Kali ini, tanggal 13-14 September 2017 pada pukul 08.30 WIB bertempat di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor, digelar seminar nasional “Problematika Pengelolaan Keuangan Daerah dan Desa : Peluang dan Tantangan dalam Mewujudkan Pengelolaan Keuangan yang Efisien, Efektif dan Akuntabel”. Seminar ini dilaksanakan atas dasar kerjasama IPDN dengan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN. Seminar ini terdiri atas kurang lebih 600 peserta yang merupakan Gubernur, Bupati, Walikota dan perwakilan deaerah dari seluruh Indonesia. Seminar nasional kali ini pun dihadiri oleh perwakilan staf IPDN, perwakilan staf STAN serta perwakilan praja IPDN.

Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H, M.H, M.S secara langsung membuka acara ini dilanjutkan oleh Direktur PKN STAN  Rahmadi Murwanto, Ak., M.Acc., Ph.D. yang memberikan sambutan pada saat acara akan dimulai. Hari ini, pada sesi 1 dengan tema Problematika HKPD yang menjadi narasumber yakni Prof. Dr Mardiasmo, MBA., Akt yakni Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia serta Dr. Reydonizar Moenek yakni Wakil Rektor IPDN dengan moderator yakni Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN. Pada sesi selanjutnya dengan tema Problematika Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pemeriksaan BPK. Sebagai narasumber sesi II yakni Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri serta Dr. Bambang Pamungkas, MBS., Ak, CA, CIMBA yakni Auditor Utama Keuangan Negara V BPK Republik Indonesia. Sebagai moderator dalam sesi ini yakni Ketua Jurusan MK-PKN STAN.

Seminar nasional ini akan dilanjutkan pada keesokan harinya yakni pada tanggal 14 September 2017, pada tempat dan waktu yang sama. Untuk hari kedua seminar mengusung tema Pengelolaan Keuangan Desa dan Potensi Penyimpangannya. Narasumber pada seminar sesi III kali ini yakni Ir. Agus Rahardjo, MSM yakni Ketua KPK, Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika selaku Dirjen Bina Pembangunan Kawasan Pedesaan-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan yang terakhir yakni Direktur PKN STAN yakni Rahmadi Murwanto Ak., Macc., MBA., Ph.D. Moderator pada sesi terakhir ini yakni Dadang Suwanda, SE., MM., M.Ak.,Ak, CA (IPDN). Terlihat pada saat pendaftaran ulang peserta, telah hadir beberapa perwakilan daerah yakni perwakilan dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Siak, Pemerintah Kota Surakarta, dan lain sebagainya. (Sumber :Humas)

Rabu, 23 Agustus 2017 bertempat di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, dilaksanakan tes wawancara peserta pantukhir dalam rangkaian seleksi penerimaan calon praja IPDN Tahun 2017. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H, M.H, M.S. Gubernur IPDN membuka secara resmi kegiatan yang berlangsung dari tanggal 23-25 Agustus 2017 ini, Beliau pun sekaligus turut serta  mewawancarai para peserta. Total 1.699 orang peserta hadir pada tes wawancara ini. Dari sabang sampai merauke, ke-34 provinsi yang ada di Indonesia terwakilkan oleh putra-putri bangsa yang telah lolos seleksi awal penerimaan calon praja IPDN.

Pada kesempatan kali ini, para peserta akan diwawancarai mengenai riwayat hidup pribadinya termasuk didalamnya mengenai riwayat kesehatan, pendidikan, cita-cita, motivasi dan lain sebagainya. Para peserta pun akan diwawancarai mengenai tanggapannya tentang kebangsaaan, UUD, Pancasila, pandangan tentang pemerintahan dan lain sebagainya. Para peserta calon praja ini telah berada di IPDN sejak tanggal 10 Agustus 2017. Untuk selanjutnya tahapan wawancara ini akan dilaksanakan dengan memanggil para peserta berdasarkan kontingennya masing-masing. Hadir untuk melakukan proses wawancara yakni Dirjen Pemerintah Desa (Pemdes), Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Sekjen Kemendagri, Dirjen OTDA, Dirjen Duk. Capil, Kapus BPSDM, Tim Psikologi, Tim Kesehatan serta Tim Kesamaptaan. Pihak IPDN sendiri diwakilkan langsung oleh Gubernur IPDN, Deputi 1 IPDN, Deputi III IPDN, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kepala Biro Akademik. Untuk selanjutnya pengumuman hasil pantukhir (kesehatan, kesamaptaan dan wawancara) dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus 2017. (Sumber : Humas IPDN)

Main Menu