Profil IPDN

Institut Pemerintahan Dalam Negeri kembali menggelar kegiatan berskala nasional. Kali ini, tanggal 13-14 September 2017 pada pukul 08.30 WIB bertempat di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor, digelar seminar nasional “Problematika Pengelolaan Keuangan Daerah dan Desa : Peluang dan Tantangan dalam Mewujudkan Pengelolaan Keuangan yang Efisien, Efektif dan Akuntabel”. Seminar ini dilaksanakan atas dasar kerjasama IPDN dengan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN. Seminar ini terdiri atas kurang lebih 600 peserta yang merupakan Gubernur, Bupati, Walikota dan perwakilan deaerah dari seluruh Indonesia. Seminar nasional kali ini pun dihadiri oleh perwakilan staf IPDN, perwakilan staf STAN serta perwakilan praja IPDN.

Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H, M.H, M.S secara langsung membuka acara ini dilanjutkan oleh Direktur PKN STAN  Rahmadi Murwanto, Ak., M.Acc., Ph.D. yang memberikan sambutan pada saat acara akan dimulai. Hari ini, pada sesi 1 dengan tema Problematika HKPD yang menjadi narasumber yakni Prof. Dr Mardiasmo, MBA., Akt yakni Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia serta Dr. Reydonizar Moenek yakni Wakil Rektor IPDN dengan moderator yakni Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN. Pada sesi selanjutnya dengan tema Problematika Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pemeriksaan BPK. Sebagai narasumber sesi II yakni Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri serta Dr. Bambang Pamungkas, MBS., Ak, CA, CIMBA yakni Auditor Utama Keuangan Negara V BPK Republik Indonesia. Sebagai moderator dalam sesi ini yakni Ketua Jurusan MK-PKN STAN.

Seminar nasional ini akan dilanjutkan pada keesokan harinya yakni pada tanggal 14 September 2017, pada tempat dan waktu yang sama. Untuk hari kedua seminar mengusung tema Pengelolaan Keuangan Desa dan Potensi Penyimpangannya. Narasumber pada seminar sesi III kali ini yakni Ir. Agus Rahardjo, MSM yakni Ketua KPK, Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika selaku Dirjen Bina Pembangunan Kawasan Pedesaan-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan yang terakhir yakni Direktur PKN STAN yakni Rahmadi Murwanto Ak., Macc., MBA., Ph.D. Moderator pada sesi terakhir ini yakni Dadang Suwanda, SE., MM., M.Ak.,Ak, CA (IPDN). Terlihat pada saat pendaftaran ulang peserta, telah hadir beberapa perwakilan daerah yakni perwakilan dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Siak, Pemerintah Kota Surakarta, dan lain sebagainya. (Sumber :Humas)

Rabu, 6 September 2017 bertempat di Aula Mini IAILM Pondok Pesantren Suryalaya Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, M.H., M.S didampingi oleh Kabag Humas IPDN menghadiri acara yang dilaksanakan oleh PCNU (Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama). Berlokasi di Jalan Raya Pagerageung, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung Tasikmalaya, acara dimulai pada pukul 14.00 WIB. Acara ini bertemakan Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan “Konsolidasi PCNU Jawa Barat untuk Gerakan Pengarustamaan Toleransi dan Pelayanan Publik Keutamaan”. Selain Gubernur IPDN, acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Mujio Nurkholis selaku pengurus wilayah Nahdhatul Ulama Jawa Barat. Bapak Marzuki Wahid selaku Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdhatul Ulama (Lakpesdam NU).

 

Acara yang merupakan ajang silaturahim ini pula dihadiri oleh perwakilan dari 15 Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat. Pada kesempatan kali ini Gubernur IPDN membuka acara sekaligus memberikan sedikit pemaparan materi mengenai “Konsolidasi Gerakan Revolusi Mental Indonesia Bersatu”. Dalam pemaparan materinya, Gubernur IPDN menjelaskan mengenai isu-isu strategis global yang belakangan sedang terjadi di dunia. Konflik-konflik yang sedang terjadi di dunia pun tak lepas dari pemaparan Beliau. Diakhir acara, Gubernur IPDN memberikan sebuah rangkaian kalimat yang indah yakni “Yang kita perlukan adalah hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang jernih. Maka kita bisa menciptakan rasa bahagia itu kapanpun dimanapun engan kondisi apapun. Jika anda tidak memiliki apa yang anda sukai, maka sukailah apa yang anda miliki saat ini. Hidup berahlak mati beriman”. Sumber : Humas IPDN

Senin, 7 Agustus 2017 tepat pukul 09.00 WIB bertempat di Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor. IPDN menggelar Upacara Wisuda Program Diploma IV Sarjana Sains Terapan Pemerintahan, Program Sarjana S-1 Sarjana Ilmu Pemerintahan, Program Profesi Kepamongprajaan, Program Pasca Sarjana, Magister Administrasi Pemerintahan Daerah dan Program Doktor Ilmu Pemerintahan. Acara wisuda kali ini dipimpin langsung oleh Rektor IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H, M.H, M.S selaku Ketua Senat. Para guru besar dan anggota senat ikut hadir mengikuti jalannya upacara wisuda.

Upacara wisuda kali ini terdiri atas 1.797 orang wisudawan D-IV, 217 orang wisudawan S-1, 155 orang wisudawan S-2, 10 orang wisudawan S-3. Turut menjadi peserta wisuda yakni 30 orang wisudawan profesi kepamongprajaan. Pada upacara wisuda kali ini pun disampaikan beberapa wisudawan terbaik dari masing-masing program. Wisudawan terbaik program D IV yakni Rahmi Hayati asal Provinsi Bengkulu, Auzan Oktarizal asal Provinsi Jawa Tengah, Putri Rut Elok Kurniatin asal Provinsi Jawa Tengah, Zulia Dewi Nurlaily asal Provinsi Jawa Timur, Rezka Juliati asal Provinsi Kalimantan Selatan, Ema Firda asal Provinsi Jawa Timur, Alfina Nur asal Provinsi Jawa Barat, Octa Pratama asal Provinsi Kepulauan Riau, Sari Dwi Y. asal Provinsi Jawa Barat serta Septantri Cahyaningrum asal Provinsi Jawa Timur.  Kesepuluh wisudawan tersebut mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja.

Sedangkan wisudawan terbaik Program S-1 yakni Yegi Wirianto, Rizki Sari, Ni Gusti Ayu L. Iga Ambarawati, Ni Putu Suputri Noviani Pradhana, Dea Pandam Sari, Muhamad Fikri, Aprilia Pascalina, Rini Juniarti, Aliyyu Eka Nur dan Ni Made Puspa Krisnawati mendapatkan penghargaan Kartika Pradnya Utama. Upacara wisuda kali ini pun memberikan predikat cumlaude kepada 3 (tiga) orang wisudawan terbaik program Magister Administrasi Pemerintahan Daerah, 3 (tiga) orang wisudawan terbaik Program Profesi Kepamongprajaan Angkatan ke-III serta 10 orang wisudawan terbaik Program studi Doktor Ilmu Pemerintahan.

Acara dimulai dengan pembacaan keputusan rektor IPDN tentang kelulusan program Diploma IV, Program Sarjana S-1, Program Profesi Kepamongprajaan, Program Pasca Sarjana, Magister Administrasi Pemerintahan Daerah dan Program Doktor Ilmu Pemerintahan. Diakhir acara, seluruh peserta wisuda serentak menyanyikan Hymne Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti dengan penuh khidmat dan haru. (Sumber : Humas IPDN)

Rabu, 23 Agustus 2017 bertempat di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, dilaksanakan tes wawancara peserta pantukhir dalam rangkaian seleksi penerimaan calon praja IPDN Tahun 2017. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H, M.H, M.S. Gubernur IPDN membuka secara resmi kegiatan yang berlangsung dari tanggal 23-25 Agustus 2017 ini, Beliau pun sekaligus turut serta  mewawancarai para peserta. Total 1.699 orang peserta hadir pada tes wawancara ini. Dari sabang sampai merauke, ke-34 provinsi yang ada di Indonesia terwakilkan oleh putra-putri bangsa yang telah lolos seleksi awal penerimaan calon praja IPDN.

Pada kesempatan kali ini, para peserta akan diwawancarai mengenai riwayat hidup pribadinya termasuk didalamnya mengenai riwayat kesehatan, pendidikan, cita-cita, motivasi dan lain sebagainya. Para peserta pun akan diwawancarai mengenai tanggapannya tentang kebangsaaan, UUD, Pancasila, pandangan tentang pemerintahan dan lain sebagainya. Para peserta calon praja ini telah berada di IPDN sejak tanggal 10 Agustus 2017. Untuk selanjutnya tahapan wawancara ini akan dilaksanakan dengan memanggil para peserta berdasarkan kontingennya masing-masing. Hadir untuk melakukan proses wawancara yakni Dirjen Pemerintah Desa (Pemdes), Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Sekjen Kemendagri, Dirjen OTDA, Dirjen Duk. Capil, Kapus BPSDM, Tim Psikologi, Tim Kesehatan serta Tim Kesamaptaan. Pihak IPDN sendiri diwakilkan langsung oleh Gubernur IPDN, Deputi 1 IPDN, Deputi III IPDN, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kepala Biro Akademik. Untuk selanjutnya pengumuman hasil pantukhir (kesehatan, kesamaptaan dan wawancara) dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus 2017. (Sumber : Humas IPDN)

Jumat, 4 Agustus 2017 Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor kembali meriah dengan kehadiran rekan-rekan dari Komnas Perempuan. Hadir tepat pada pukul 09.30, Ibu Azriana selaku Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Beliau hadir didampingi 5 orang stafnya untuk melakukan ceramah umum dengan tema “Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintah Bidang Perlindungan Perempuan di Republik Indonesia”. Pada hari ini mewakili Gubernur IPDN, Dr. Yusharto H. M. Pd selaku Kepala Biro Administrasi Akademik, Perencanaan & Kerjasama menyambut kehadiran tim Komnas Perempuan. “Kami dari IPDN menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Komnas Perempuan yang telah hadir di kampus pelopor penggerak revolusi mental ini. Semoga pembekalan ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi calon-calon pns didepan Ibu” tutur Beliau.

Mengawali ceramah umum kali ini, Ibu Azriana menyampaikan penghargaan yang sangat besar kepada IPDN atas kesempatannya untuk melakukan diskusi didepan para praja. “Ini kali pertama saya dan tim Komnas Perempuan berbicara di depan praja IPDN” sahut Ibu Azriana. Didepan 2014 orang praja utama, Ibu Azriana memaparkan terlebih dahulu mengenai sejarah terbentuknya Komnas Perempuan.  Komnas perempuan ini menurutnya terbentuk atas keinginan masyarakat akan suatu wadah yang menangani bidang perlindungan perempuan. Beliau pun sedikit menyinggung mengenai tragedi pemerkosaan perempuan etnis tionghoa yang terjadi pada sekitaran tahun 1998 yang sedikit banyak menjadi landasan awal terbentuknya Komisi ini. Tak lupa beliau pun memaparkan materi mengenai diskriminatif, kesetaraan gender, hak-hak perempuan dan lain sebagainya.

Sebelumnya praja IPDN khususnya praja wanita belum pernah ada yang terlibat langsung dalam diskusi mengenai gender dan perlindungan terhadap perempuan. Hal ini terlihat dari tidak adanya praja wanita yang mengangkat tangan ketika ditanyakan keikutsertaan mereka dalam diskusi mengenai gender dan perlindungan terhadap perempuan. Demi meyakinkan aundiens tentang beberapa kebijakan penyelenggaraan pemerintah khususnya dalam bidang perlindungan perempuan, maka Ibu Azriana memperlihatkan beberapa laporan pemantauan Komnas Perempuan terutama mengenai diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. “Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi ilmu dan pembelajaran bagi rekan-rekan semua, agar mengetahui atau aware terhadap kekerasan terhadap perempuan. Dan siapa tahu ada dari rekan-rekan yang nantinya akan membantu kami dalam permasalahan ini” tutur Ibu Azriana diakhir ceramah umumnya. (Sumber : Humas IPDN)

 

###

Main Menu